Pada masa informasi
modern ini, perkembangan teknologi komputerisasi semakin pesat seiring dengan semakin bertambahnya kebutuhan. Hal
ini disertai juga dengan perkembangan dalam teknologi pengelolaan
basis
data (DBMS)
dalam kebutuhan pengadaan data. Dan seiring perkembangan inilah, kebutuhan untuk bisa saling bertukar informasi
antar sistem pengelola basis data (DBMS) juga sudah mulai merupakan kebutuhan yang wajar.
Basis data (Database)
adalah kumpulan informasi yang disimpan di dalam komputer secara sistematik
sehingga dapat diperiksa menggunakan suatu program komputer untuk memperoleh
informasi dari basis data tersebut. Perangkat lunak yang digunakan untuk
mengelola dan memanggil kueri (query) basis data disebut sistem manajemen basis
data (Database management system, DBMS). Karena pentingnya peran basis data dalam pengelolaan data sebuah sistem informasi,
tidaklah mengherankan bahwa terdapat banyak pilihan software Database
Management System (DBMS) dari berbagai vendor baik yang dapat diakses secara
gratis maupun yang harus didapatkan secara komersial. Salah
satu DBMS yang popular adalah Oracle.
Basis data Oracle ini
pertama kali dikembangkan oleh Larry Ollison, Bob Miner dan Ed Oates, tiga orang penting ini mengembangkan Oracle lewat perusahaan
konsultasinya bernama Software Development Laboratories (SDL) pada tahun 1977.
Pada tahun 1983, perusahaan ini berubah nama menjadi Oracle Corporation sampai
sekarang.
Sistem Database Oracle adalah basis data relasional yang terdiri
dari kumpulan data dalam suatu sistem manajemen basis data RDBMS. Perusahaan
perangkat lunak Oracle memasarkan jenis basis data ini untuk bermacam-macam
aplikasi yang bisa berjalan pada banyak jenis dan merk perangkat keras komputer
(platform).
Kenapa harus Oracle? Kenapa tidak DBMS lain, yang lebih mudah
dan lebih murah?
Mungkin
pertanyaan semacam ini akan melayang-layang di kepala kita semua. Lihat uraian
di bawah ini, dengan
harga yang relatif mahal database Oracle menyediakan banyak fasilitas dan
keunggulan dibanding database yang lain, diantaranya adalah :
- Dalam pengelolaan data, Oracle dapat menangani jumlah data dalam ukuran yang besar. Daya tampung data bisa mencapai 512 petabyte (1 petabyte = 1024 terabyte)
- Meskipun data yang dikelola begitu banyak, Oracle dapat mengolahnya dengan cepat dan akurat
- Multiplatform, artinya DBMS ini dapat berjalan hampir di semua Operating System seperti Microsoft windows, Linux, Unix, Mainframe, dll.
- Memiliki kemampuan yang disebut Technology Cluster Server, dimana jika terdapat lebih dari satu unit server yang aktif, maka Oracle dapat menjadikan semua server tersebut aktif bekerja bersama.
- Memiliki kemampuan yang luar biasa dalam menangani banyak user yang melakukan koneksi secara simultan tanpa mengurangi performance (kinerja) sistem secara signifikan.
- Memiliki kemampuan untuk management user dan tiap user bisa diatur profile dan hak akses terhadap suatu database.
- Terdapat fasilitas client-server (pemrosesan tersebar).
- Kemampuan melindungi data dari kerusakan jika terjadi kegagalan fungsi pada sistem seperti disk failure.
- Kemampuan dalam penanganan crash atau failure agar service tetap terjaga.
- Terdapat fasilitas recovery management, artinya apabila sedang mengakses database dan kemudian ada kejadian listrik mati maka data yang sudah tersimpan tidak akan rusak/hilang.
- Kemampuan/fasilitas flashback, sehingga semua jenis transaksi yang salah akan dapat dikembalikan.
- Security yang cukup handal.
- Row-Level Locking, yaitu dapat melakukan lock sampai pada row-level, sehingga user-user dapat melakukan akses data dalam suatu tabel secara bersama, lebih cepat dan akurat.
- Fasilitas Link-Database, yaitu kemampuan database Oracle untuk dapat melakukan komunikasi/koneksi database antar server bahkan dengan database (RDBMS) yang bukan Oracle, misal link ke database MySQL/SQL Server. Fasilitas ini sangat memudahkan untuk melakukan integrasi data antar server/database.
Jenis DBMS yang digunakan memiliki pengaruh dalam kecepatan
akses dari masing-masing sistem. Perbedaan
DBMS yang digunakan juga akan terlihat apabila jumlah sampel data yang diakses
semakin banyak, karena
masing-masing DBMS memiliki keunggulan masing-masing. Dengan
uraian-uraian tersebut, tinggal kita lah sebagai orang yang memanfaatkan adanya
berbagai sistem manajemen basis data (DBMS) ini, memilih dengan bijak DBMS mana
yang pantas untuk kita gunakan sesuai dengan kebutuhan penyimpanan dan
pengelolaan data yang kita miliki.
oracle kelebihan oracle keunggulan oracle kelemahan oracle
fasilitas oracle keutamaan oracle


0 komentar:
Posting Komentar